31 January 2008

POSTING DENGAN OPERA MINI 4.0 VIA TELKOMSEL GPRS

Via SIMPATI gprs, Browsernya Opera mini 4.0. Masih Menggunakan Nokia 9300, wah... kaget lumayan cepet dibanding telkomnet instan. catatannya:
1.N 9300 Phonecell yang udah lama ini ternyata cukup accepteble terhadap jaman. diantara berdebu produk baru. tapi fungsinya masih update. key yang qwerty, lumayan dibanding pakai keypad yang 12 pad. POSTING JADI MUDAH.
2. Phone murah ini ternyata sangat acceptable terhadap layar melebar tampilan opera mini, rasanya jadi seperti mini komputer.
3. Opera mini 4.0 dapat di download di http://www.operamini.com dan skrg baru coba opera mini large di pc. OPERA MINI Membuat File terkompres sehingga kbsnya jadi lebih hemat.
4. SIMPATI GPRS versus Mentari GPRS, jelas lumayan cepat Simpati daripada mentari GPRS, selisih harganya jauh, mentari=1 rupiah/kb, simpati 12/kbs.
4. Rasanya keinginan Beli E90, atau N 95 tertunda lagi karena nilai fungsinya masih tercover N9300, dan seandainya belipun, Malinau Belum ada 3G atau HSPDA 3.5G. So Fasilitas di E 90 msh belum bisa digunakan maksimal.

27 January 2008

Strategi mengegolkan proyek di Malinau

Tahun 2008 Malinau Malinau APBD 2 Setidaknya ada 1.022 paket kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Malinau di tahun 2008 dengan total nilai Rp 1,138 trilyun. Dari paket tersebut, 108 paket merupakan luncuran kegiatan tahun 2007 yang dianggarkan kembali senilai Rp 132 miliar. Sementara 914 paket yang merupakan kegiatan murni di tahun 2008 dengan jumlah Rp 1.006 miliar.
tanggapan author :
Wah kebanjiran proyek, strategi sebagai berikut " Menebar Jala " siapa tahu ada yang nyangkut ( khususnya konsultan proyek kontruksi) :
1. Disyahkannya proyek akhir Desember otomatis untuk paket kegiatan akan maju, terutama gawean Perancanaan akan mulai setelah DPA SKPD diserahkan. ya.... Februari Pertengahan perencanaan mulai dikerjakan. 3 bulan paling telat, Perencanaan Rampung, dan Fisik akan dilelang. mulai Awal Mei kegiatan fisik akan dilelang.
So what should do?, sampai saat ini proses lelang untuk konsultan belum efektif dilaksanakan so kantong kantong Pemimpin Kegiatan harus diikat untuk Perencanaan yang dalam kota dan cepat dilobi duluan.
2. Perlu Kesiapan dari Tambahan Tenaga dan Alat. Kebiasaaan Pemimpin Kegiatan mem-force konsultan yang gerak cepat dan produknya bagus, soal lelang nomor dua. Tetap Priotitas jasa Fisik Kontruksi. Pimkeg ini yang harus dijala..
3. Ruang Lingkup tidak hanya di Dinas PU tetapi juga di Bapeda, Dinas Kesehatan( Rumah sakit) dan Dinas Pendidikan. perlu nambah jaringan.
4. Tidak selamanya Fee mampu memikat Pemimpin Kegiatan. Skala paling tinggi tetap Trust dan excelensi produk dan tanggung jawab.
5. Jangan pernah mau untuk setor duluan karena dari situ awal kerja tidak pernah beres dan selesai. Lebih baik diselesaikan kewajiban baik Perncanaan atau Pengawasan dulu, apabila ada Sisa Hasil Usaha , Pemimpin Kegiatan Bisa ikut menikmati .
6. Tambah Performance perusahaan dengan rekruitment tenaga profesional. Sehingga Tim akan lebih kuat, buang jauh jauh takut ndak bisa bayar.
Amin, semoga tahun ini pane....n..
Viva Aime Technic Consultant Malinau. ..from Malinau melangkah ke depan lebih baik...........

In memoriam Suharto


Jam 4 sore ada mobil keliling memakai TOA mengumumkan bahwa pak harto meninggal, diharapkan mengibarkan bendera setengah tiang. Ku kenal Mas Normanus yang sigap dari Tanjung Lapang sampai ke arah hulu pelabuhan speed mengumumkan. 7 Hari negara berkabung.


Teringat jaman kecil dulu , liat foto pak Harto dan wakilnya Umar Wirahadikusuma sebelah burung Garuda. Sosok kalem anak petani dan halus njawani telah pergi.

Di detik kom masih bahas masakah kasus Suharto, Din Syamsyudin Bilang Maafkan Suharto, kroninya yang bersalah jangan. Tayangan TV Terus in momeriam Suharto.

Sekilas di TV ada gambar jogja tempo dulu.
Terbayang Pak Harto jelas jelas ikut perang, konfrontasi langsung dengan Belanda, pasti bedhil bedhilan dan ndleler darah ke mana mana, kok masih dihujat sama orang yang tak pernah tahu rasanya peluru berseliweran di atas ubun2. Artinya jelas jasanya banyak sama bangsa Indonesia dan sepatutnya memberikan penghormatan terakhir.


Selamat Jalan Bapak. Dan Bangsa Indonesia terus maju jaya bersama menghargai pendahulu pendahulu yang mewarisi semangat.

25 January 2008

GPS MAP 76 CSX


Dunia survei bagian tak terpisahkan perencanaan, dari jogja kemarin bawa oleh GPS .


pertimbangan beli:


Awalnya tergoda beli handphone yang punya fasilitas GPS, E 90 Nokia, N 95, N82 karena ada GPS dan bonus kamera 5 Mega pixel. Cari cari info yang paling ok untuk piranti pendukung survey ketemunya ya GPSMAP® 76 CSx .

Prinsipku Rasanya piranti dengan berbagai macam fasilitas sebenarnya tidak expert pada satu bagian , misalnya hp berkamera 5 MP, tetap aja lebih baik beli Kamera Digital, karenaHP saat ini 5 MP kamera standar sudah 7, 2 MP dan explorernya lebih banyak.

Untuk GPS di E 90 yang katanya paling ok, aku coba masih banyak kekurangan, misalnya trek di daerah yang rimbun, masih KO, load sinyal satelit lelet, ya pilihan tetap GPSMAP® 76 CSx , karena masih ngambang bila nyemplung di air, bisa tranfer usb ke komputer.


referensi:


GPSMAP® 76 CSx adalah hasil upgrade terbaru dari GPSMAP 76 CS, model terbaru ini sangat cocok untuk digunakan di darat maupun dilaut. Unit ini menonjolkan kemampuan menyimpan data di eksternal memory microSD yang dapat menyimpan banyak peta dengan kapasitas besar. GPS ini juga tahan air. Microsd kartu slot ditempatkan; terletak di dalam tempat batere. Para pemakai dapat mengisi data peta dan memindahkan rute dan waypoints melalui USB koneksi dengan cepat.
Sebagai tambahan, unit ini menonjolkan teknologi baru, sangat sensitif dan lebih cepat dalam menerima satelit, walaupun berada pada daerah yang banyak halangan seperti hutan, jurang, gedung-gedung tinggi.Gpsmap 76CSx juga dilengkapi altimeter barometric untuk mendapatkan data tinggin yang akurat dan juga dilengkapi kompas elektronik .
Spesifikasi Teknis :
Teknolgi terbaru yang mempermudah menangkap signal satelit. WAAS-capable GPS receiver by SiRF,Built-in quad-helix receiving antenna, bisa ditambah external antena
Ukuran unit : 2.7” W x 6.2” H x 1.4” D ,Display: 1.5” W x 2.2” H, 2.6”-diagonal, 256-color, transflective TFT (160 x 240 pixels) , Terdapat pilihan bahasa : English, Spanish, Portugese, and French languages. Berat 7.6 ounces with batteries (not included), Sensor pelengkap :-Electronic compass displays accurate heading while standing still-Barometric altimeter with automatic pressure trend recording, Bisa ditambah MicroSD, LED backlit display and keypad, Ketahanan batere : 18 jam (typical use) menggunakan 2 AA alkaline, 1,000 waypoints dengan nama and graphic symbol; 50 reversible routes , position formats include Lat/Lon, UTM, Loran TDs, Maidenhead, MGRS, user grid, and more Audible alarms for anchor drag, arrival, off-course, proximity waypoint, and clock, Large-numbers option for easy viewing; dual-position display mode, Trip computer provides odometer, stopped time, moving average, overall average, total time, max speed, and more 10,000-point automatic track log; 20 saved tracks (500 points each) let you retrace your path in both directions Elevation computer provides current elevation, ascent/descent rate, minimum/ maximum elevation, total ascent and descent, average and maximum ascent and descent rate, Navigation instructions can be shared with repeaters, plotters, and autopilots using NMEA protocols through the dedicated serial port Built-in celestial tables for sun and moon calculations and the best times to fish and hunt Compatible with most MapSource products. See the MapSource Compatibility table (top right) for a list of software that Garmin recommends with this product.
Water resistant: IEC 60529 IPX7 standards
Bisa mengambang kalau terjatuh di air.

18 January 2008

Adat Lingkungan dan uang bagi Malinau oleh algooth putranto di www.aergot.wordpress.com



Sumber http://www.aergot.wordpress.com/ oleh algooth putranto, 5 Desember 2007





Konferensi Para Pihak Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim ke-13 (UNFCCC COP 13) di Bali masih berlangsung. Pembahasan dan perdebatan paling seru tentu saja terjadi seputar urusan duit.
Kali ini yang menjadi bahan perdebatan adalah hitung-hitungan fulus yang akan didapat melalui perdagangan karbon dengan mekanisme pengurangan emisi dari kerusakan hutan dan kerusakan lingkungan (REDD).
Tak banyak orang tahu Kabupaten Malinau malah sudah menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang sadar potensi carbon trade sehingga mantap melakukan teken kontrak senilai Rp4,5 miliar melalui mekanisme Pasar Karbon Sukarela (VCM), 8 November lalu.
Menurut Bupati Malinau, Martin Billa tak banyak orang tahu tentang wilayah yang memiliki luas 4,2 juta hektar atau lebih luas jika dibandingkan dengan Priovinsi Jawa Tengah yang hanya 3,2 juta hektar.
Malinau berada di bagian utara Provinsi Kalimantan Timur dan masuk dalam wilayah sabuk katulistiwa. Artnya hujan turun terus menerus di wilayah bersisian dengan Malaysia.
Beberapa waktu lalu, kabupaten ini mengukuhkan dirinya sebagai kabupaten konservasi. Ini tak muluk-muluk jika mengingat 90% dari total wilayah itu masih berupa hutan lebat.
Luas hutan itu termasuk Taman Nasional Kayan Mentarang yang memiliki luas sekitar 1,3 juta hektar. Taman nasional itu merupakan hutan tropis terlengkap di Asia Tenggara yang masih lestari.
Kawasan itu memiliki kekayaan spesies yang beragam, sekitar 1.012 jenis flora dan 320 jenis fauna. Beberapa di antaranya adalah flora dan fauna endemik Kalimantan yang dilindungi.
Karena besarnya potensi serapan karbon dari wilayah hutan yang ada di kawasan ini, Malinau beberapa waktu lalu telah meneken kerjasama dagang karbon dengan PT Global Eco Rescue London.
Hanya dengan berkomitmen selama 30 tahun untuk melindungi hutan lindung seluas 325 ribu hektar itu Malinauyang berpenduduk 60.000 jiwa itu menerima dana penjagaan hutan sebanyak 325.000 Euro atau setara Rp4,5 miliar.
Persoalan duit
Menurut Martin pemerintah pusat selama ini kesulitan melindungi kawasan hutan di daerah, langkah menjadikan Malinau sebagai kawasan konservasi adalah jawaban terhadap isu global warming yang harus padu dengan kearifan lokal.
Pendekatannya yang sangat membumi itu tak lepas dari pengalamannya saat dia masih menduduki jabatan camat di wilayah tersebut.
Sebagai orang yang paling dekat dengan kehidupan sosial masyarakatnya, saat itu Martin memahami bahwa masyarakat lokal (Dayak) memiliki kearifan sendiri dalam mengelola hutan.
“Sejak dulu di setiap desa selalu memiliki satu kawasan adat yang dilindungi yang namanya tanah ulen, dan pengelolaannya diatur berdasarkan adat masing-masing,” kata dia..
Dia mencontohkan, saat masyarakat ingin mengambil kayu gaharu, mereka tidak langsung menebangnya. Melainkan dengan mengambil sampel dari bagian pohon dengan kapak bermata khusus.
Bagi masyarakat adat Dayak, dengan mengintip dan melihat contoh keratan kayu itu sudah memberi petunjuk bahwa kayu belum atau sebaliknya sudah cukup umur untuk ditebang, maka mereka akan mengambil kayu tersebut.
“Mereka mengambilnya sedikti-sedikit, dan tidak semuanya. Inilah yang memungkinkan hutan di wilayah kami masih bisa lestari. Ini berbeda jika yang mengambilnya adalah orang dari luar,” ujarnya.
Kebiasaan masyarakat itulah yang lantas mendorongnya membuat peraturan bahwa setiap desa harus memiliki kawasan lindung sendiri. Hal ini untuk menjaga agar hutan yang ada tetap bisa lestari dengan pengawasan dari masyarakat setempat.
Menurut dia, pengawasan dan pemeliharaan yang paling efektif untuk aset yang telah dijaminkan pada investor karbon adalah dilakukan oleh warga yang kehidupan sehari-harinya tidak lepas dari hutan.
Masyarakat yang hidup dari hutan bisa memantau sendiri wilayahnya. Cara ini sulit dilakukan jika yang melakukan pemantauan adalah orang-orang yang hidup di luar hutan yang tak memiliki ikatan batin,” ujar Bupati yang sudah mewajibkan pendidikan lingkungan hidup dengan bahasa lokal di daerahnya itu
Selain memiliki kawasan hutan yang luas, Malinau juga memiliki potensi sumber daya alam lainnya, yaitu bataubara. “Batubara tetap kami eksplorasi, namun itu berdasarkan tata ruang dan tidak boleh masuk ke kawasan konservasi,” tutur dia.
Untuk itu, dia juga berusaha “mendamaikan” kepentingan investor yang ingin melakukan eksploitasi batu bara dengan kepentingan pemerintahan yang berusaha mempertahankan wilayah ini menjadi kawasan konservasi.
“Saya ingin mewajibkan para penambang menyisihkan sebagian wilayahnya untuk hutan lindung. Namun berapa persen wilayah yang disisakan itu, masih kami bahas,” ujarnya.
Menjaga kawasan konservasi, diakuinya, sulit dilakukan jika tanpa dukungan pihak terkait. Untuk itu dia mengharap agar pemerintah pusat dan LSM memberi dukungan terhadap langkah yang dia tempuh selama ini.
Langkah sudah dirintisnya namun Martin mengingatkan agar pemerintah segera menyatukan visi tentang pembagian pendapatan dari perdagangan karbon yang saat ini masih samar.
“Yang namanya duit itu selalu bikin persoalan makin rumit dan berlarut-larut. Ujung-ujungnya daerah yang dirugikan. Ini harus diperhatikan pemerintah pusat!” tegasnya menutup perbincangan.


tanggapan author; memang sulit menkonversi uang dengan CO2 yang diabsorb oleh hutan Malinau, ukuran seberapa juta hektar kali berapa rupiah, hasilnya berapa rupiah, satu hal yang membanggakan, Malinau menjadi Icon Daerah konservasi Hutan di Nasional bersanding dengan Daerah Papua.

17 January 2008

Profil Malinau di Pilkada.Golkar.Or.id


SETELAH berpisah dengan Kabupaten Bulungan tahun 1999, nama daerah baru ini belum banyak didengar. Apalagi, tidak ada jalan darat untuk mencapainya. Terpaksa harus memanfaatkan jasa angkutan sungai ataupun pesawat udara. Setelah jalan Trans Kalimantan selesai dibangun tahun 2000, Kabupaten Malinau baru bisa dijangkau dengan sarana transportasi darat.
MESKI pusat pemerintahannya dilintasi jalan raya yang menghubungkan titik-titik utama di Pulau Kalimantan, prasarana berstatus jalan kabupaten belum menjangkau keseluruhan wilayah. Delapan puluh persen wilayahnya belum juga tertembus oleh infrastruktur jalan. Tak heran, sistem transportasi di kabupaten yang memiliki 24 sungai ini bertumpu pada angkutan sungai. Bahkan, beberapa daerah terpencil hanya bisa dicapai dengan pesawat terbang.
Dengan luas sekitar 30 persen dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), jumlah penduduk masih terhitung minim dan tak tersebar merata. Kepadatan penduduk rata-rata tak lebih dari satu jiwa per kilometer persegi. Maklum, hampir 99 persen wilayahnya berupa hutan.
Dari rimba yang sebagian besar berstatus hutan produksi, berbagai hasil hutan dihasilkan. Mulai dari hasil hutan non-kayu seperti madu, damar, sarang burung walet di gua di dalam hutan yang pemasarannya berskala lokal, hingga komoditas unggulan berupa gaharu dan kayu bulat yang laku dijual ke luar Kalimantan. Gaharu biasanya diproses terlebih dahulu di Pulau Jawa sebelum diekspor ke luar negeri. Demikian pula kayu. Gelondongan kayu itu biasanya dikapalkan ke Pulau Jawa untuk diolah lebih lanjut melalui pelabuhan di daerah tetangga, Kota Tarakan.
Volume kayu bulat dari hutan produksi terus meningkat. Selama kurun 1999-2002, tercatat peningkatan volume hampir 10 persen per tahun. Dalam data tahun 2002, terdapat 651.000 meter kubik kayu bulat dihasilkan oleh enam perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan dan 22 perusahaan pemegang izin penggunaan dan pemanfaatan hasil hutan kayu. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan tenaga kontrak dari luar Malinau, terutama dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Sektor kehutanan yang menjadi mata pencaharian sekitar tiga persen penduduk menyumbang lebih dari separuh nilai total perekonomian kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya 67,8 persen di tahun 2002.
Selain kekayaan plasma nutfah berupa hutan, bumi Malinau juga menyimpan kandungan bahan tambang yang bernilai tinggi. Salah satunya adalah batu bara yang dikelola PT Bara Dinamika Muda Sukses sejak tahun 1990-an. Bahan tambang yang dieksploitasi di Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, ini dikenal berkualitas tinggi. Dengan kandungan 7.200 kalori (rata-rata batu bara yang dijual memiliki kandungan 6.000 kalori), batu bara di daerah ini mampu menghasilkan panas lebih cepat karena kandungan sulfur lebih sedikit.
Hasil eksploitasi batu bara diangkut dari tempat penambangan yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat pemerintahan ke tempat penimbunan di Kecamatan Malinau menggunakan truk. Kemudian dikapalkan ke Pulau Sadau, Kota Tarakan, untuk dicampur dengan batu bara dari daerah lain yang kandungan kalorinya di bawah 6.000. Hasil percampuran ini dijual ke luar negeri, antara lain ke Jepang dan Thailand.
Dengan perkiraan potensi sekitar 200 juta ton, produksi batu bara tumbuh 52,1 persen per tahun selama 1999-2001. Nilai ekspor bahan tambang yang dikapalkan melalui pelabuhan di Kota Tarakan ini tercatat 14 juta dollar AS tahun 2001.
Usaha primer lain yang patut mendapat perhatian adalah pertanian tanaman pangan, dengan komoditas utama padi. Pembudidayaan di Kecamatan Malinau, Kayan Hulu, Kayan Hilir, Pujungan, dan Mentarang baru sanggup memenuhi kebutuhan lokal. Di tahun 2001, 20.000 ton padi dipanen dari 7.200 hektar sawah.
Usaha budidaya tanaman pangan yang menyumbang 12 persen bagi kegiatan ekonomi merupakan tempat gantungan hidup sebagian besar penduduk. Delapan puluh persen tenaga kerja mencari nafkah di sektor ini. Pembudidayaan padi yang sebagian besar di atas ladang ini terus diusahakan agar Malinau bisa swasembada beras.
Kabupaten yang dicapai 30 menit dari Tarakan menggunakan pesawat ini harus bergantung pada daerah sekelilingnya. Kota Tarakan menjadi penyuplai barang-barang kebutuhan pokok penduduk yang dikirim dengan memanfaatkan angkutan sungai. Bahkan, ada beberapa barang seperti telur, gula, minuman, dan makanan kaleng dikirim dari Malaysia melalui Kabupaten Nunukan.
Namun, ketersediaan barang-barang kebutuhan tetap menjadi masalah di bagian-bagian Malinau yang terpencil. Keterbatasan sarana transportasi menyebabkan kenaikan harga barang. Sebagai contoh, harga BBM Rp 15.000 per liter karena beratnya medan dan mahalnya ongkos pengangkutan ke daerah yang terpencil.
Aktivitas niaga yang sebagian besar berwujud jual beli bahan kebutuhan pokok ini rupanya menjadi pilar ketiga struktur perekonomian kabupaten. Tak kurang 6,4 persen dari produk domestik regional bruto disumbangkan sektor tersier ini.
Di masa mendatang, pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pemerintah kabupaten adalah terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana transportasi. Pembangunan hanya akan tetap terkutub di titik-titik tertentu bila tak ada dukungan jaringan prasarana yang merata. Saat ini pemerintah daerah memulai pembangunan dengan sistem gunting. Maksudnya, pembangunan dilakukan dari dua arah bersamaan. Satu arah dari ibu kota menuju daerah-daerah terpencil di pinggiran, pada saat yang sama dari daerah terpencil ke pusat pemerintahan.
Bila jaringan jalan tersedia menyeluruh, sektor lain yang berpotensi terakselerasi lebih laju. Perkebunan misalnya. Hingga tahun 2001, berbagai jenis perkebunan diusahakan rakyat. Komoditas andalan adalah kakao dan kopi. Sekitar 2.500 hektar kebun kakao dan 1.200 hektar kebun kopi menghasilkan 645 ton biji kakao dan 518 ton kopi. Dengan dukungan prasarana, pemasaran hasil perkebunan jauh lebih baik dibanding saat ini. Demikian pula potensi pariwisata. Selama ini, berbagai obyek wisata jauh dari pusat kota dan sulit dicapai.
Membangkitkan Kemandirian Dayak
UDARA kering yang menyengat, kepulan debu, dan suasana gersang menyelimuti Kota Malinau, ibu kota Kabupaten Malinau, yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia. Suasana kota di pedalaman tersebut tak ubahnya sebuah daerah pegunungan kapur di Jawa Tengah seperti Kabupaten Blora.
Meski begitu, deretan toko kelontong, hotel, restoran, penjual pakaian, dan warung nasi terlihat ramai dikunjungi pembeli. Jalan raya yang berdebu pun ramai oleh lalu lalang becak, angkutan umum, dan mobil pemerintah.
Itulah potret Kabupaten Malinau di bagian utara Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten yang semula terbungkus hijau belantara hutan tropis itu kini mulai "terbuka" dengan dataran gundul akibat maraknya penebangan resmi, "setengah resmi", dan liar. Lambat laun areal hutan menyusut dan petaka konflik sosial pun menanti ketika masyarakat kehilangan sumber pencaharian yang sejati, yakni rimba belantara.
Memang, saat ini sebagian masyarakat masih bisa berpesta pora, hidup berkecukupan, serta mendapat uang persentase dari cukong pemilik modal yang menebang kayu menggunakan izin warga setempat. Pemberian hak pemanfaatan hasil hutan (HPHH) atau sejenis hak pengusahaan hutan (HPH) skala kecil yang semula diberikan Bupati Malinau Martin Billa untuk menguatkan perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah, melenceng dari sasaran.
Masyarakat adat pemilik HPHH justru ditipu halus oleh para cukong dan pejabat yang memberi iming-iming uang bagi hasil dari pengelolaan HPHH. Sepintas, uang bagi hasil kelihatan besar, padahal uang tersebut sangat tidak seimbang. Cukong pemilik modal memperoleh untung besar, sedangkan masyarakat adat pemilik HPHH menerima bagian paling banyak 10 persen dari harga jual kayu.
Akibatnya, semua orang hanya melihat penebangan hutan sebagai sumber penghasilan. Rusdianto, warga Malinau, menjelaskan, "demam kayu" juga melanda anak-anak di Malinau yang mengakibatkan mereka enggan bersekolah.
"Lihat anak kecil itu mengantar kayu yang diikat di perahu bermotor tempel ke tempat penggergajian. Untuk beberapa jam kerja, dia mendapat uang saku Rp 50.000-Rp 200.000," ujarnya sambil menunjuk bocah cilik berusia lima tahunan mengemudikan perahu di Sungai Malinau yang menarik balok kayu.
Sering kali pengusaha yang bermitra dengan warga asli menguras hutan dengan dalih membuat jalan raya untuk membuka isolasi antardaerah di Malinau dan pedalaman Kaltim lainnya. Dengan membuka jalan raya, mereka mendapat izin pemanfaatan kayu (IPK).
Lucunya, lebar jalan yang dibangun sekitar lima meter, tetapi daerah pinggiran jalan yang dibabat bisa ratusan meter. Alhasil, pendapatan dari kayu lebih besar dibanding nilai kontrak pembuatan jalan.
Jalan tanah yang dibuat pun berkelak-kelok, tergantung kawasan yang memiliki tegakan kayu besar dan bernilai ekonomis tinggi. Inilah sasaran utama pedagang kayu berkedok kontraktor di pedalaman Kaltim yang berlangsung hingga saat ini.
MALINAU yang didominasi Suku Dayak Kenyah, Dayak Lundayeh, dan Dayak Tidung memiliki kekayaan rimba belantara di Kaltim bagian utara. Namun, bukan berarti anugerah alam tersebut bisa dimanfaatkan sesuka hati melalui penebangan kayu di hutan hujan tropis paru-paru dunia itu. Pemanfaatan hutan tanpa penebangan dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Malinau.
Bupati Martin Billa memiliki kiat lain membangun daerahnya yang sekitar 90 persen masih terisolir, yakni memperkuat sistem desa dengan Gerakan Pembangunan Desa Mandiri (Gerbang Dema). Dengan kondisi yang terisolir, diharapkan setiap desa dapat mandiri mencukupi kebutuhan dasar, setidaknya kebutuhan pangan.
"Gerbang Dema sesuai karakter daerah ini yang terpencil dan keterbatasan akses transportasi," kata Bupati Martin Billa.
Bupati menyadari kondisi daerahnya sangat tertinggal sehingga ia tidak bernafsu mengembangkan proyek yang tidak menyentuh kehidupan langsung masyarakat. Tatanan sosial di pedalaman yang memperhatikan keselarasan alam, manusia, dan lembaga keagamaan coba diperbaiki serta dioptimalkan kinerjanya.
Inilah keunikan Malinau yang seharusnya dilanggengkan, masyarakat adat Dayak hidup di dalam komunitas kecil, tetapi mampu memenuhi kebutuhan dasar pangan dan perumahan mereka. Masyarakat memiliki ketahanan pangan yang unik dengan sistem lumbung berlapis di sawah atau ladang, di setiap rumah tangga, lumbung kampung atau lumbung gereja.
Masyarakat Malinau tetap menjaga adat istiadat yang penuh warna-warni. Upacara panen, pendirian lamin-rumah panjang-khas Dayak, dan pelbagai ritual sepanjang tahun. Lingkungan hidup yang asli pun masih dipelihara di Taman Nasional Kayan Mentarang yang penuh pesona wisata dan surga flora fauna bagi seorang peneliti di daerah yang terisolir ini.
Kehidupan penuh nuansa ini masih ditambah dinamika aktivitas beragama berjalan rukun dan penuh toleransi. Bahkan, Pemkab Malinau setiap tahun mengirim warganya secara cuma-cuma menunaikan ibadah haji bagi yang beragama Islam, sedangkan umat Kristen mendapat kesempatan pergi ke Yerusalem.
Tatanan sosial yang kondusif ini dapat terus dikembangkan dan dipelihara dengan dukungan perekonomian yang mapan untuk menciptakan perputaran uang. Ini diupayakan melalui pembangunan sektor perkebunan di wilayah yang memiliki akses pasar ke Malaysia.
Perkebunan kakao di Malinau yang sempat terpuruk akibat serangan hama, kini mulai bangkit setelah diperkenalkan sistem budidaya organik yang ramah lingkungan. Demikian pula komoditas perkebunan lain sangat potensial dikembangkan oleh adanya akses pasar ke Malaysia.
Kemandirian masyarakat Dayak di tingkat desa inilah yang seharusnya menjadi tulang punggung kemajuan Malinau.


tanggapan author; Malinau berkembang pesat, dari daerah kabupaten tertinggal, menjadi daerah yang mulai lengkap infrastrukturnya, dengan penduduk yang sedikit tentunya, kesejahteraan per individu detail terperhatikan, baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan, dan benar adanya Malinau potensial dengan sumber daya yang kaya, 99 persen daerahnya adalah hutan, tepat kiranya kabupaten Malinau beroreintasi menjadi daerah Kabupaten Konservasi.

06 January 2008

Data Pemilih Pilgub Kaltim 2008

26 Mei 2008 Sdh ditetapkan sebagai Hari H, Pilgub Kaltim.
Alhamdulillah, 4-5 Januari 2008 di Hotel Bahtera Balikpapan, mewakili KPU Malinau ikut raker Data Pemilih. Cukup Alot.. ada beberapa kesimpulan yang mungkin bisa menerangkan keadaan Data Pemilih di 13 Kabupaten Kota di Kaltim yang terungkap di Raker tersebut.
Pertama, 13 kabupaten se KALTIM mempunyai Format Data Pemilih BERAGAM,
1. Data Pemilih dalam Format SIAK,
contohnya Kutim, bentuk soft copy SIAK, yang hanya bisa dibaca di Server OffLine SIAK,
Tarakan dan Malinau; output Format Script.
2. Manual
contohnya : Berau, Bulungan dalam output format extention PDF dan excel.
3. SIMDUK LOKAL( Sistem Kependudukan )
contohnya : Balikpapan, dengan output format Miccrosoft Access.
Nunukan, dengan output format PDF,
Dalam raker, KPU Propinsi sdh sangat tepat mencoba untuk menyatukan dalam satu format,
SINTARLIH, berbase bahasa Web PHP, dengan Input, Excel, so .. konsekwensi dari Kabupaten Kota se Kaltim harus merubah BASE DATA PEMILIH Ke format EXCEL SEMUA.
Dengan mepetnya waktu DPT ( Daftar Pemilih harus ditetapkan) 27 Februari, sangat sulit terlaksana.
Rekomendasi Kepada KPU Propinsi Kaltim :
1. Masalah Format, tidak bisa dipaksakan menggunakan SINTARLIH, diakomodasi SAJA setiap Kabupaten menggunakan Format mereka Masing2.
Misal : Balikpapan tetap Simduk, Nunukan tetap Sintarlih dari KPU Pusat, Malinau tetap out format Excel.
Pertimbangan savetynya,
toh dari berbeda format itu 11 kabupaten diatas, mampu menyajikan data pemilih untuk digunakan dalam PILKADA. Secara Prinsip data menampilkan rekapitulasi setiap TPS, Desa, Kecamatan, Kabupaten, baik jumlah laki dan perempuan dan terekap sampai propinsi.
2. Untuk kegiatan yang bisa dimaksimalkan, menkonversi beberapa output data yang berbeda ke EXCEL. kaitannya bisa mempercepat pencetakan kartu pemilih.
3. Ketidak singkronan ini berasal dari penyajian data disduk yang berbagai macam format, perlu disepakati oleh pemerintah provinsi untuk menyeragamkan khususnya untuk Pileg 2009
4. KPU Provinsi mensupervisi, case by case setiap Kabupaten Kota, mengarahkan untuk menargetkan outputnya adalah data yang bisa digunakan pada Hari H, dan memenuhi syarat untuk Rekapitulasi.
Semoga bermanfaat, dan SUKSESKAN PILKADA GUBERNUR KALTIM 2008

01 January 2008

Catatan akhir Tahun 2007

1. Perusahaan Aime Technic Cons, mulai memperluas jaringan kerjanya ke Bulungan ( Penangung jawab, Ir. Haris Sarjita) Nunukan (Nur Haryanto), dan dicari Insinyur muda yang jujur untuk beroperasi di Kabupaten Tana Tidung, silakan email ke aime_malinau@yahoo.com, Perusahaan sendiri tahun 2007 kontrak brutto, sampai 1. malinau 460 jt, 2. nunukan 250 jt, 3. bulungan 87 jt, total hampir 900 juta, lumayan mau menembus 1 M, dan tahun 2008, di malinau ada 3 paket pengawasan luncuran 170 jt. Beberapa kesempatan berpartner dengan swasta di jajaki, seperti membuat perencanaan Jalan Batubara, dan Survey, And Greath THanks, To: Beloved Noni, Ayahnda dan Bunda di Pati, Ade Nirmala dan Big Boss, Killit Laing ( PT. Karya Jaya Indah), My Bro Cristhoper ( Greath Job Man!)

Aime House mencapai 70 Persen, Pertengahan 2008 semoga bisa beroperasi.

Beberapa alat diinvest; Horizon Theodolit, Suunto Tandem and GPS(Join with PT.KJI), muga makin nambah... Amin.
2. Kuliah, Di Pasca Sarjana MPSP UGM, 4 bulan ditinggal konsen di Perusahaan, (agustus sampai desember), Alhamdulillah Theori Rampung, awal Januari mulai asistensi Thesis, Pinginnya tentang Bandara R.A Bessing yang akan di perpanjang Run Away nya sampai 2500 m, saat ini dari 1400 m ke 1850 m, menarik dan useful.. semoga data datanya lengkap..

3. KPUD Malinau, Juni 2008 habis masa jabatan, and kerjaan terkahir, sukseskan Pilkada GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR 26 Mei 2008. and ready to back as Mamber's KPU Malinau..
4. Expansion, buat perusahaan baru untuk pengadaan, semoga bisa masuk di KTT dalam tahun ini.
5. Make a wish..., Naik Haji dan berkeluarga.. Amin..




Selamat Datang di Tahun 2008...