27 January 2008

In memoriam Suharto


Jam 4 sore ada mobil keliling memakai TOA mengumumkan bahwa pak harto meninggal, diharapkan mengibarkan bendera setengah tiang. Ku kenal Mas Normanus yang sigap dari Tanjung Lapang sampai ke arah hulu pelabuhan speed mengumumkan. 7 Hari negara berkabung.


Teringat jaman kecil dulu , liat foto pak Harto dan wakilnya Umar Wirahadikusuma sebelah burung Garuda. Sosok kalem anak petani dan halus njawani telah pergi.

Di detik kom masih bahas masakah kasus Suharto, Din Syamsyudin Bilang Maafkan Suharto, kroninya yang bersalah jangan. Tayangan TV Terus in momeriam Suharto.

Sekilas di TV ada gambar jogja tempo dulu.
Terbayang Pak Harto jelas jelas ikut perang, konfrontasi langsung dengan Belanda, pasti bedhil bedhilan dan ndleler darah ke mana mana, kok masih dihujat sama orang yang tak pernah tahu rasanya peluru berseliweran di atas ubun2. Artinya jelas jasanya banyak sama bangsa Indonesia dan sepatutnya memberikan penghormatan terakhir.


Selamat Jalan Bapak. Dan Bangsa Indonesia terus maju jaya bersama menghargai pendahulu pendahulu yang mewarisi semangat.

1 comment:

Hidayatullah said...

gugur bungaku di taman bakti
di haribaan pertiwi
harum semerbak menambahkan sari
tanah air jaya sakti...............

Hidayatullah
"turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Soeharto"

semoga almarhum mendapat kebahagiaan dan ketenangan sesuai amal dan ibadahnya.