18 September 2007

Perhatikan Perbatasan Negara

Pemerintah dinilai kurang serius memberi perhatian kepada daerah perbatasan sehingga daerah perbatasan sangat rawan gangguan keamanan dan gangguan sosial-ekonomi."Daerah perbatasan, seperti Entikong, Kalimantan Barat, dan daerah perbatasan lain merupakan halaman terdepan dari wilayah kita. Karena itu, harus jadi prioritas perhatian pemerintah," kata Anggota Komisi I DPR RI Yuddy Chrisnandy di Singkawang, Kalbar, Sabtu.Dia menilai, selain aparat keamanan yang harus menjaga wilayah perbatasan, Menko Kesra diharapkan agar menjalankan program bagi masyarakat perbatasan. Pembangunan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di wilayah perbatasan sangat mendesak."Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tampak belum memberi perhatian pada daerah perbatasan. Tujuannya agar daerah perbatasan berkembang," katanya.Dia mengungkapkan, anggaran untuk perbatasan harus ditingkatkan. Perhatian secara serius wilayah perbatasan mutlak dilakukan karena Malaysia dan negara lain yang berbatasan dengan Indonesia melakukan pembangunan secara serius untuk memajukan daerah perbatasan."Negara lain seperti Malaysia dan Singapura berlomba-lomba membangun daerah perbatasan. Langkah itu berpotensi menggoyahkan rasa nasionalisme warga kita di perbatasan," katanya. Saat ini daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain (misalnya Malaysia dan Singapura) seperti terdapat ketimpangan.Karena itu, kata Yuddy, keseriusan pembangunan daerah perbatasan sangat penting agar masyarakat Indonesia di perbatasan memiliki rasa nasionalisme lebih tinggi dan merasa lebih dapat pengayoman.(sumber : Antara 15 Sept 2007)


Reaction: Info saja, 1 sak semen di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, bisa Rp 600.000,- rupiah. Daerah Malinau ini berbatasan langsung dengan Malaysia, Negara bagian Serawak. Seharusnya kita Perhatikan Halaman Depan Negara Kita supaya tidak sabat tak terawat di tumbuhi ilalang.

1 comment:

nora said...

Indonesia sudah tradisi pada sentralisasi.ntar nanti jika perbatasan disabotase, baru kebakaran jenggot.
coba tanya warga perbatasan pilih malaysia atau indonesia?
wah jangan tanya nasionalisme
rupiah ngga laku.mending pake ringgit