28 August 2006

as leader ... wih beratnya..


rasanya nggak sabar.......,
sebagai pemimpin sebuah korwil konsultan di malinau memang menyebalkan :
1. rakyatnya mau menang sendiri, contohnya: beberapa anggota mau mendapatkan proyek lebih banyak dari pada yang laen, karena merasa putra daerah atau bermukim lebih lama, kasarnya cari makan udah lama disana. yang baru ya mbok yo.. ngalah...
yang lama dapat 4 -5 paket, yang baru cukuplah yang baru 1 paket,. senior lebih akeh karena kerja KONSULTAN sekali termin untuk setahun...
2. legal formalnya, banyak temen temen konsultan di malinau, masih belum punya perusahaan bendera sendiri alias masih pinjam, artinya kasih besar bendera orang sementara ladang periuk kita masih belum punya tungku masaknya, selamanya akan pinjam tungku orang laen dan tidak akan pernah besar dan prosfesional.
3. dari keanggotaan inkindo..., anggota inkindo hanya untuk anggota yang berkantor pusat di malinau saja. sementara yang membuat kantor cabang , itu ada aturannya sendiri.... hanya sebatas operasional, tidak sebagai decision maker, sign untuk kontrak...., hal ini dimanfaatkan orang untuk membuat kuasa usaha....., dasarnya kepres 80, ... dimalinau hanya ada 3 saja, laennya masih diluar itu dan jumlahnya 15 badan usaha...., mati aku...
4. pendekatan..., kerja sama yang baru aku bangun dengan pemerintah sebgai base dasar dalam membagun hubungan dan jaringan dengan pemerintah..., rantas gara-gara : tarik ulur dinas pu dengan korwil. artinya kepala dan badan dilepas tapi ekor masih dipegang dan belum dilepaskan sepenuhnya..., selamanya aku sebagi ketuas korwil akan menjadi bemper temen temen konsultan dan pemerintah...

semoga aku kuat mengemban amanah sebagi pemimpin.....