11 October 2005

Kenapa kalo wirid pakai hitungan?

Dari Syekh Tosun Bayrak Al-Jerrahi, bukunya The Name and The Named, dari pengantar Qamaruddin ada yang menarik. Sering kita liat orang asyik memutar tasbih ( wirid ) setelah shalat, mengapa kok harus pakai tasbih (hitungan), atau setor wirid dalam hitungan tertentu / 33,1000, 5000, 10.000 ( konteks tarekat). Ternyata dari pengantar tersebut mengemukakan alasan yang simpel, yaitu untuk menentukan kapan kita pindah dari bacaan tertentu ke bacaan tertentu lainnya. kalo ndak dihitung ya ngggak akan pindah-pindah. Dalam konteks rumit, Ukuran-ukuran itu adalah sebuah metode, Ibarat sekolah, kata Syekh Haeri, ada kelas-kelas yang harus dilalui. Sehingga murid dapat lulus ke tingkatan yang lebih tinggi.

No comments: