16 October 2005

Cermin: oleh-oleh dari Samarinda

Cermin : Samarinda, ketemu dengan seorang ibu yang cukup. cukup dari penampilan, wawasan, materi, style, keluarga dan jabatan. kayaknya nggak ada yang kurang. tapi aneh ketemu gayanya laen. saya ini seorang platonist, dia bilang, seneng mengonsumsi hal-hal yang populer, dari musiknya peterpan sampai hpnya yang gaul, setengah jam numpang mobilnya pulang ke hotel harmoni indah II. Pertemuan pertama yang tidak dinyana-nyana, dan berlanjut. ( Mengenai pertemuan adalah salah satu judul buku yang dikarang ibu itu " Pertemuan ke empat" ) What's wrong ?. untuk ngarang buku itu, dia observasi ke tidung pala, tepatnya daerah Dayak brusu, diantar sama seorang laki-laki. Sekian lama berlalu pulang observasi, ada yang berubah, dia selalu ingat dengan laki-laki itu. alhasil, sudah berapa duit yang ditranfer, seberapa gedhe dia ingin dekat, seberapa banyak oleh-oleh yang dia kirim kepada laki-laki itu, seberapa kali nyempat-nyempati ke tarakan untuk ketemu. Ceritanya di dalam mobil. "Hah, jangan-jangan ibu terpelet" aku bilang................
terhenyak, selama ini kita mau berkecukupan, seandainya berkecukupan pun itu belum cukup., berkecukupan pun harus ada iman.

1 comment:

godril said...

Nah... kuwi durung ketemu aku.. iso bunuh diri wong kuwi.